23
Nov
07

KONTROVERSI TANAMAN TRANSGENIK PEREDAM POLUSI

Jakarta – Produk bioteknologi, khususnya tanaman transgenik masih jadi pro dan kontra di banyak negara. Namun di negara Paman Sam, penanaman tanaman rekayasa genetika terus berlanjut. Diciptakanlah tanaman transgenik yang bisa mengurangi polusi. Kehadiran tanaman transgenik dikecam kalangan konservasionis sebagai perusak lingkungan. Mengganggu keragaman hayati, mengkontaminasi tanaman konvensional, dan banyak lagi. Agaknya para ahli bioteknologi berupaya menepis tudingan tersebut dengan menciptakan ragam tanaman transgenik yang sedikit ramah lingkungan.Sebut saja di lahan bekas pabrik topi di Danbury, Connecticut, telah ditanam pohon kapas hasil rekayasa genetika yang kabarnya bisa menyerap kandungan merkuri dari tanah yang terkontaminasi. Di California, ilmuwan menanam pohon jenis mustard untuk meredam kandungan selenium tinggi yang berbahaya. Mereka juga tengah mengembangkan berbagai pepohonan dengan teknik rekayasa genetika agar mampu menahan laju karbon dioksida yang memicu pemanasan global. Semua eksperimen ini mengacu pada obsesi para ilmuwan bagaimana menciptakan tanaman yang murah, aman dan efektif meredam polusi. “Pohon-pohon ini memang diciptakan untuk itu.

Kami melakukan usaha agar mereka melakukan apa yang kami ingin mereka lakukan,” ujar Richard Meagher, pakar genetika dari University of Georgia yang aktif di Danbury sejak tahun 2003 untuk melakukan eksperimen lapangan. Bersama timnya ia mengembangkan pohon-pohon yang direkayasa untuk mengurangi polusi. Selama puluhan tahun, para ahli biologi dunia melakukan eksploitasi secara mekanisme genetika untuk membiarkan serangga mikroskopis bertahan hidup di tempat-tempat yang terpolusi. Di tempat inilah organisme lain bertumbangan mati namun diupayakan tetap ada mikroorganisma yang bertahan hidup.

Pada akhirnya, tahun 1980 Pengadilan Tinggi Amerika Serikat (AS) mengizinkan dirilisnya pematenan makhluk hidup alias “patenting of life”. Keputusan ini disusul oleh lahirnya industri bioteknologi yang kinerjanya memusatkan diri pada rekayasa genetika bakteri yang diciptakan mampu membersihkan tumpahan minyak. Konsep kinerjanya masih serupa dengan studi awal, yakni membuat sejumlah mikroorganisma tetap bertahan hidup pada kondisi terpolusi. Namun ternyata konsep ini justru mengandung risiko yang membahayakan. Elemen tertentu seperti merkuri ikut menjadi bagian yang tetap bertahan itu tadi.

Akibatnya kandungan merkuri sebagai zat toksik bukannya ikut teredam seperti minyak, melainkan bertambah. Dari sinilah muncul ide bagaimana menciptakan tanaman yang mampu mengurangi polusi akibat zat serupa merkuri tersebut di dasar tanah. Langkah yang diambil Meagher adalah menggunakan bakteri ecoli, sejenis mikroorganisme yang bisa hidup dalam kandungan merkuri. Ia meleburkan bakteri tersebut ke beragam jenis tumbuhan di laboratoium.

Dari eksperimen tersebut Meagher menyimpulkan hasilnya secara dramatis cukup positif. Namun itu belum berarti apa-apa. Sebab keberhasilan eksperimen tersebut baru bisa dikatakan benar-benar sukses setelah melalui uji coba lapangan. Di Danbury, kawasan di negara bagian Connecticut, barulah ia bersama timnya merintis eksperimen lapangan yang pertama. Di kawasan inilah banyak terdapat pabrik topi. Pabrik-pabrik ini banyak menggunakan bahan merkuri dalam proses melembutkan bulu binatang yang menjadi bahan dasar topi. Air yang mengandung merkuri ini setelah dipakai dibuang begitu saja tanpa dinetralisasi terlebih dulu. Baru kemudian penduduk sekitar menyadari bahayanya limbah merkuri. Bukan saja warga sekitar, karyawan pabrik juga menderita penyakit akibat limbah merkuri tersebut.

Tim ilmuwan yang dipimpin Meagher menanam 45 batang pohon kapas di lahan yang terpolusi merkuri tadi. Pohon-pohon ini diharapkan bisa mengubah merkuri menjadi sejenis bahan nutrisi. Pepohonan tersebut juga direkayasa agar bisa menumpas elemen beracun dari tanah dengan akar-akarnya. Sebagian bahan merkuri itu diharap bisa menguap ke udara ketika terserap oleh tanaman transgenik tersebut. Setelah beberapa tahun dibiarkan tumbuh, maka pohon-pohon itu akan dipotong dan dimusnahkan. Hasil dari eksperimen lapangan Danbury itu ditargetkan tahun ini.

Menurut Meagher, agar lebih efektif maka harus ditanam ratusan pohon dalam satu are. “Kalau metode ini berhasil, maka proyek pembersihan merkuri ini akan membutuhkan biaya sekitar 200.000 hingga dua juta dolar Amerika,” ujar Meagher seperti yang dilansir AP baru-baru ini. Langkah Meagher ini tak selamanya disambut baik. Ia setuju bahwa memang metode rekayasa genetika ini bukan solusi yang ideal. Tapi setidaknya ini lebih baik ketimbang metode konvensional di mana dilakukan penggalian lahan yang terkontaminasi dan menggantinya dengan tanah biasa.

Meagher berharap suatu hari nanti mampu mengembangkan tanaman transgenik penghisap arsenik di wilayah utara India dan Banglades. Kedua negara tersebut memang terkenal dengan limbah arseniknya. Air minum di wilayah itu sudah terkontaminasi oleh tanah secara alami. Langkah Meagher ini juga tidak mendapat sambutan baik di kalangan industriawan bioteknologi sendiri. Mereka adalah ahli bioteknologi yang mengesampingkan kepentingan lingkungan. Sebut saja Sierra Club, perusahaan bioteknologi yang terkenal kurang peduli dengan hal-hal alami.

Mereka menyambut pesimis usaha yang dilakukan Meagher. “Saya seorang dokter spesialis anak dan saya beritahu bahwa obat-obat pengontrol kelahiran tidak bekerja akurat 100 persen,” komentar Dr. Jim Diamond, salah satu pakar bioteknologi Sierra Club. “Maka hal yang sama akan terjadi pada pohon-pohon itu.” Kritik itu juga menyebut ihwal besarnya biaya yang dibutuhkan Meagher untuk melangsungkan proyeknya. Dana tersebut senilai satu juta dolar Amerika yang didapat Meagher sebagian besar dari Departemen Energi AS yang justru banyak menghasilkan polusi akibat pusat pembangunan senjata.(mer)

Sumber : Sinar Harapan (6/7/05) ***


0 Responses to “KONTROVERSI TANAMAN TRANSGENIK PEREDAM POLUSI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 6,736 hits
November 2007
S S R K J S M
    Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Klik tertinggi

  • Tak ada

%d blogger menyukai ini: